Jajanan yang manis dan unik ini disukai oleh berbagai
kalangan terutama para mahasiswa, makanan ini mulai tersingkir dari pasaran
karena kalah populer dengan makanan yang lain
Minggu (01/04), Ditengah-tengah kerumunan baju ada penjual
manisan yang dikenal dengan nama gulali, penjual tersebut bertahan untuk
melanjutkan usaha keluarganya yang sudah berjalan dari tahun 1987. Penjual tersebut belajar membuat
bentuk –bentuk unik manisan secara otadidak hanya dengan melihat gambar-gambar.
Namun ketika memperhatikan makanan yang terbuat dari gula
pasir yang dicampuri pewarna kue yang
direbus sampai menjadi karamel ini tidak mendapat respon baik dari para pembeli
(kurang peminat), yang terliahat di kios Pak Hariyanto. sungguh ironis nasib
makanan ini padahal dulu begitu disukai tapi sekarang malah disingkirkan begitu
saja, sedangkan Pak Hariyanto hanya mempunyai keahlian membuat gulali untuk
menghidupi keluarganya, tapi meskipun demikian Pak Hariyanto tetap bertahan
menjual gulalinya yang sudah menjadi hasil turun temurun selama 24 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar