Kamis, 20 September 2012

Gulali Yang Mulai terasingkan di Kota Malang


Jajanan yang manis dan unik ini disukai oleh berbagai kalangan terutama para mahasiswa, makanan ini mulai tersingkir dari pasaran karena kalah populer dengan dengan makanan yang lain

Minggu (01/04), Ditengah-tengah kerumunan baju ada penjual manisan yang dikenal dengan nama gulali, penjual tersebut bertahan untuk melanjutkan usaha keluarganya yang sudah berjalan daru tahun 1987. Penjual tersebut belajar membuat bentuk –bentuk unik manisan secara otadidak hanya dengan melihat gambar-gambar.

Namun ketika memperhatikan makanan yang terbuat dari gula pasir dan dicampuri pewarna kue yang direbus sampai menjadi karamel ini tidak mendapat respon baik dari para pembeli (kurang peminat),yang terliahat di kios Pak Hariyanto. sungguh ironis nasib makanan ini padahal dulu begitu disukai tapi sekarang malah disingkirkan begitu saja, sedangkan pak hariyanto hanya mempunyai keahlian membuat gulali untuk menghidupi keluarganya.

Pak hariyanto menjual gulali mulai dari harga Rp 3.000,- s/d Rp.5.000,- semakin sulit bentuknya juga semakin mahal harganya membuat gulali tidak setiap hari terkadang seminggu sekali .
Pak hariyanto berharp agar usahanya tidak dikucilkan lagi, beliau mengimginkan kemajuan pada usahanya yag telah berjalan 24 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar