Jajanan yang manis dan unik ini disukai oleh berbagai
kalangan terutama para mahasiswa, makanan ini mulai tersingkir dari pasaran
karena kalah populer dengan dengan makanan yang lain
Minggu (01/04), Ditengah-tengah kerumunan baju ada penjual manisan
yang dikenal dengan nama gulali, penjual tersebut bertahan untuk melanjutkan
usaha keluarganya yang sudah berjalan daru tahun 1987. Penjual tersebut belajar
membuat bentuk –bentuk unik manisan secara otadidak hanya dengan melihat
gambar-gambar.
Namun ketika memperhatikan makanan yang terbuat dari gula
pasir dan dicampuri pewarna kue yang direbus sampai menjadi karamel ini tidak
mendapat respon baik dari para pembeli (kurang peminat),yang terliahat di kios Pak
Hariyanto. sungguh ironis nasib makanan ini padahal dulu begitu disukai tapi
sekarang malah disingkirkan begitu saja, sedangkan pak hariyanto hanya
mempunyai keahlian membuat gulali untuk menghidupi keluarganya.
Pak hariyanto menjual gulali mulai dari harga Rp 3.000,- s/d
Rp.5.000,- semakin sulit bentuknya juga semakin mahal harganya membuat gulali
tidak setiap hari terkadang seminggu sekali .
Pak hariyanto berharp agar usahanya tidak dikucilkan lagi,
beliau mengimginkan kemajuan pada usahanya yag telah berjalan 24 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar