Kamis, 20 September 2012

BBM; AOLENG

Beberapa hari terakhir berita-berita dikoran, telivisi diramaikan dengan berita seputar kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang masih belum pasti keputusannya. Hal itu memicu banyak perdebatan dari beberapa pihak, bahkan dari berbagai aliansi partai politik (parpol) ikut memperdebatkan hal tersebut.

Ada partai yang setuju dengan isu ini seperti Golkar, Demokrat, PPP, PAN. Ada juga yang tidak setuju seperti PDIP, Hanura, dan PKS. Yang setuju dengan kenaikan BBM, berpendapat karna harga minyak dunia naik, anggaran bisa dihemat sampai 57 triliun.

Dulu jaman orde baru (orba) harga BBM pernah mencapai Rp.8.500,- jadi kalau sekarang masih sekitar Rp.6.500,- wajar kalau dinaikkan, subsidi BBM tidak banyak membantu rakyat yang kecil. Yang tidak setuju berpendapat kenaikan BBM bisa memicu  kenaikan harga dan akan menyusahkan rakyat kecil.

Dari beberapa rapat yang dilakukan oleh pemerintah tidak ada satupun keputusan yang dapat disimpulkan, sehinnga ketua bidang anggaran (banggar) mengatakan kesepakatan soal kenaikan harga BBM, subsidi akan dibawa langsung dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dan pada akhirnya dua opsi yang telah diputuskan secara bulat juga masih alot. Opsi pertama pemerintah diizinkan menaikkan harga BBM bersubsidi menjadi Rp. 6000 per liter dengan alokasi subsidi BBM hanya Rp. 137 triliun. Sementara, opsi kedua meminta pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM namun pemerintah akan diberikan anggaran tambahan subsidi sebesar Rp. 178 triliun.

Lalu bagaimana tanggapan pemerintah dalam menangani hal-hal buruk yang akan terjadi mengenai kenaikan BBM, seperti maraknya pendemonstran dari berbagai kota yang tidak jarang menimbulan keresahan untuk masyarakat bahkan berujung pada keanarkisan. Karna tidak menutup kemungkinan para pendemo akan semakin bertambah banyak jumlahnya, bukan hanya dari pihak mahasiswa saja yang terlibat dalam aksi tersebut, melainkan dari rakyat kecil dan buruhpun ikut terlibat.

Pemerintah harusnya lebih serius menaggapi hal ini, karna kebijakan kenaikan BBM akan berpengaruh pada harga-harga yang lain khususnya kebutuhan pokok, hal tersebut sangat mempengruhi kesejahteran rakyat, dan pada hakikatya pemerintah harus memikirkan kesejahteraan rakyat.        
                                                                                                                                           
                                                                                                                                 25 Maret 2012                                                                                                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar