Tahu petis, jika kita melihat kata tersebut, banyak diantara
kita yang menilai itu adalah makanan kaum minoritas, tapi sipa sangka dari
berjualan tahu petis itulah ibu Siami (38), menghidupi keluarganya. Dengan upah
dari suami seorang kuli batu tentu tidak banyak mencukupi kebutuhan hidup yang
semakin tinggi apalagi untuk
mencukupi kebutuhan pendidikan buah
hatinya yang sudah kelas dua SMK.
Dengan berpenghasilan antara 80.000,- s/d 100.000,- ribu
setiap harinya, ibu Siami bisa mecukupi
kebutuhan keluarga. Ia pun memulai usahanya itu sejak tahun 1999 dengan
bermodalan geobak berjualan mengelilingi dilingkungan dekat rumahnya, tapi
kalau hari munggu jualan di pasar minggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar